SCCIC – (28/9) Untuk menindaklanjuti hasil kesepakatan bersama Pemerintah kota Denpasar dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan penelitan dan pengembangan kota Denpasar lakukan koordinasi dan konsultasi terkait grafik rayoniasai sekolah dan system Go Pay di kantor Smart City and Community Inovation Center (SCCIC) ITB, pada Kamis (28/9).

Kedatangan pemerintah kota Denpasar dalam koordinasi tersebut untuk mengetahui lebih lanjut mengenai system penerapan sistem rayonisasi dan sistem go pay yang rencananya akan diterapkan di Kota Denpasar.

“Sebelumnya, Denpasar telah melakukan sosialisasi beberapa program smart city, kami perlu mengetahui langkah yang perlu dilakukan, agar smart city ini terlaksana” ujar kepala bidang social dan pemerintahan, I Gusti Ayu Cakrawati.

Menurut peneliti SCCIC, I GB Baskara hal ini perlu ditindaklanjuti dengan cara perlahan, karena menurutnya pemerintah sekarang telah berusaha mengubah system pembayaran menjadi cashless atau dengan cara transaksi virtual.

“pemerintah sedang berusaha mengubah transaksi menjadi cashless, seperti toll pasar online, dengan kartu atau gadget HP, maka dengan itu kami mau tidak mau harus menyediakan nya secara terorganisir, bias dimulai dengan public service dahulu”, jelas Baskara.

“selanjutnya, setelah sosialisasi smart city pada masyarakat, perlu roadmap atau langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan pemerintah, meskipun sedikit-sedikit, juga peru adanya master plan” lanjutnya.

Menurutnya, penerapan smart city tidak bisa cepat diterapkan, akan tetapi bisa dipaksakan.

“Penerapan smart city, tidak bisa cepat diaksanakan, karena pemerintah kita dan masyarakat kita belum sepenuhnya siap, sepert banyak aplikasi online yang diterapkan di beberapa kota belum bisa berjalan lancer, meskipun begitu, smart city bisa dipaksakan, missal dalam public service, contohnya Kartu tiket Kereta Api” pungkasnya.

[Indra Irawan]