SCCIC (12/10) – Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB menggelar “ITB CEO NET & Technopreneurship Festival 2017 On Inovation University-Industry-Government Collaboration” di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat (Jabar), Kamis (12/10).

Ketua LPIK ITB, Prof. Suhono Harso Supangkat, mengatakan, acara ini merupakan ajang mempertemukan para Chief Executive Officer (CEO) dari berbagai perusahaan, baik skala kecil, menengah, dan besar untuk saling berbagi, menciptakan peluang, dan menumbuhkan usahanya.

“Industri itu ada industri besar dan start up. Nah, ini kita gabungkan, mana industri besar dan start up. Di dalam ITB CEO NET ini untuk saling berbagi,” katanya.

CEO dari perusahaan besar bisa memberikan kiat-kiat dan memberikan semangat kepada CEO perusahaan start up atau pemula agar perusahaannya bisa berkembang, di antaranya dengan mendorong melakukan berbagai inovasi.

“Sekarang bagaimana memberikan semangat kepada CEO-CEO muda ini bisa menjadi perusahaan-perusahaan besar. Tentu saja ada proses-proses inovasi, proses-proses kapitalisasi. Acara hari ini dan besok, adalah acara untuk memfasilitasi terbentuknya usaha-usaha atau industri-industri yang baik,” kata Suhono.

Jika perusahaan kecil dan menengah itu bisa tumbuh, lanjut Suhono, tentunya akan membuka lapangan pekerjaan baru, sehingga ITB di antaranya melalui LPIK terus mendorong dan merangsang pihak perusahaan untuk melahirkan berbagai inovasi dalam bisnisnya.

“Inovansi adalah bagaimana mencari metode-metode baru atau gabungan metode lama dengan baru sehingga membeirkan nilai yang lebih,” kata Suhono.

Dosen elektro dan informatika ITB ini kemudian mecontohkan inovasi usaha dengan menggunakan teknologi informasi. “Katakanlah HP memberikan nilai lebih bagi kehidupan anda. Nah, kalau GO-JEK itu inovasi kan. Itu menarik kan seperti itu, itu terkait nilai tambah bagi kehidupan kita,” ujarnya.

Perusahaan-perusahaan kelas star up, lanjut Suhono, tentunya harus kreatif dalam membuat inovasi untuk melahirkan solusi atas berbagai masalah dalam kehidupan. “Kemudian mencari solusi-solusi yang belum ada dilakukan orang,” katanya.

Suhono menjelaskan, selain seminar, pihaknya juga menggelar pameran yang diikuti sekitar 75 peserta mulai dari perusahaan kecil, menengah, hingga besar. Salah satu inovasi yang dipamerkan perusahaan star up, di antaranya tentang ozonifikasi terhadap makanan.

“Sehingga makanan itu sehat. Teknozon itu untuk melakukan proses sterilisasi membunuh bakteri-bakteri yang tidak diperlukan, sehingga makanan dimasak itu sehat,” katanya.

Kemudian, lanjut Suhono, ada juga mengenai bagaimana mengetahui permintaan kondisi Bandung atau kota dengan sosial media. “Itu merupakan inovasi yang kita bangun. Kemudian, ada inovasi untuk meningkatkan efektivitas ketang atau pertanian. Ada sekitar 20-an yang sudah dikerjakan oleh para tenant-tenat ini. Ada sekitar 21 CEO-CEO muda akan presentasi pada hari ini [Kamis],” katanya./gatra