sumber – unsplash.com

Peningkatan penggunaan Internet of Things (IoT) di Indonesia cenderung meningkat seiring dengan maraknya implementasi IoT pada saat pandemi COVID-19. 

Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI), Teguh Prasetya, mengatakan bahwa pemanfaatan IoT mengalami peningkatan sejalan dengan otomasi dan remote production yang saat ini menjadi keharusan untuk tetap memantau hingga mengontrol mesin produksi

Menurut ASIOTI, nilai pasar IoT diestimasikan senilai US$ 40 miliar pada tahun 2025 dan terdapat tiga sektor yang atraktif menggunakan perangkat yang terhubung dengan internet atau IoT pada masa pandemi, yaitu kesehatan, pertanian, dan energi

Pada sektor kesehatan, pertumbuhan digital healthcare sangatlah pesat sebagai contoh thermal detection dan remote monitoring. Pada sektor kesehatan yang digunakan untuk preventif, penanganan dan pemantauan juga bertumbuh dengan pesat.

Pada sektor pertanian dan peternakan, IoT dinilai cukup baik untuk membantu menurunkan biaya operasional, meningkatkan kapasitas produksi hingga meningkatkan penjualannya.

Pada sektor energi, pemanfaatan IoT dapat memudahkan pelanggan dan produsen listrik untuk memantau pasokan listrik. Dampaknya berupa kemudahan cara bayar dan kepastian soal biaya yang dibebankan kepada pelanggan, pencegahan penyelewengan akses dan distribusi listrik, dan sebagainya

dengan pengembangan teknologi baru di bidang chipset, sensor, perangkat jaringan, platform, hingga aplikasi pemanfaatan IoT akan semakin meningkat untuk seluruh stakeholder, baik dari segi pemerintahan bahkan untuk bidang industri

sumber – Efek COVID-19, Sektor Kesehatan-Pertanian Pakai Teknologi Serba Otomatis