Kamis, 2 September 2021 – Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC) menyelenggarakan Riset Transformasi Digital dan Kampus Cerdas Indonesia 2021. APIC merupakan organisasi yang bergerak dalam mempercepat pembangunan Indonesia cerdas melalui sinergi teknologi, tata kelola dan manusia. APIC dibentuk untuk menjawab kebutuhan sebuah organisasi atau kolaborasi yang menghimpun berbagai stakeholder bangsa. 

Kegiatan ini dibuka dan diresmikan oleh Prof. Ir. Nizam, Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti Kemendikbud).  Nizam mengatakan “Melalui program Smart Campus : Digitalisasi Kampus Masa Depan diharapkan kampus menjadi pelopor dalam membangun lingkungan cerdas sehingga mampu mendukung meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat”.

Ketua Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas (APIC), Prof. Suhono H. Supangkat mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi APIC dalam mendukung transformasi digital di bidang pendidikan. Suhono menjelaskan bahwa kegiatan riset ini merupakan kerja tim dari beberapa Universitas yang tergabung dalam Smart Campus Society APIC.

Konsep Smart Campus ini muncul dari konsep pembangunan Smart City yang dikembangkan oleh Prof. Suhono H. Supangkat. Menurutnya, Smart Campus merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan nilai melalui pemanfaatan ICT. Suhono menyebutkan bahwa Smart Campus bukanlah kampus yang menerapkan teknologi paling canggih namun kampus yang dapat mengelola lingkungan secara mandiri dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. 

“Sama halnya dengan manusia, anak yang cerdas bukanlah anak yang diberikan teknologi paling canggih. Maka, kampus cerdas adalah kampus yang dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki dengan efektif dan efisien” jelas Suhono melalui paparannya.

Kegiatan ini dihadiri oleh dua kampus terbaik di Indonesia yang telah mendukung digitalisasi kampus yaitu Prof. Rina Indiastuti, Rektor Universitas Padjadjaran dan  Prof. Harjanto Prabowo, Rektor Universitas Bina Nusantara. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi dan akademisi dari Institut Teknologi Bandung, Dr. Arry Akhmad Arman.

“Teknologi saja tidak cukup dalam membangun smartization jika tidak menciptakan kesejahteraan sosial” jelas Rina. 

Dalam mendukung berjalannya kegiatan riset ini, Suhono mengajak seluruh kampus-kampus di Indonesia untuk ikut serta dan bekerjasama dalam mempercepat pertumbuhan smart campus di Indonesia.

“Diharapkan kegiatan ini dapat menjawab tantangan pendidikan tinggi dalam mengefektifkan segala aktivitas kampus untuk meningkatkan kualitas hidup baik internal civitas akademika maupun masyarakat umum” ucap Suhono.

Selangkapnya

https://www.youtube.com/watch?v=sWSdSv1RxLU